Paragrap terakhir
(Tentang Cinta)
Saat hati tersadar mungkin ketika senja itu tiba
Dimana saat itu kita memahami makna cinta sesungguhnya
Cinta bukan hanya tentang berdua saja
Tapi cinta sesungguhnya adalah…
Ketika kita memahami tentang kenisbian hidup
Dimana tidak ada sedikitpun dunia mempengaruhi jiwa
Seperti halnya Tuhan menerima pengabdiaan hambanya
Yaitu ketulusan sebagai dasarnya…
Dunia adalah pelengkap karena dunia ini fana
Maka dari itu betapa Tuhan tidak melihat hambanya dari segi dunia
Yang dilihat adalah ketulusan dalam mengabdi
Yaitu Taqwa
Apakah orang memberi seribu lebih banyak dibanding seratus?
Di mata Tuhan bukan Jumlah akan tetapi Tulus
Manusia kadang terjebak di rimba sesat manisnya surga dunia
Sehingga mengabaikan makna ketulusan hati
Melupakan makna pengabdian…
Manusia menjadi serakah dan sombong karena dunia
Manusia menjadi lupa akan kodrat makhluk yang fana
Manusia tidak sadar dunia ini milik Tuhan
Kapanpun bias binasa atas perintah-Nya
Manusia kadang salah dalam memahami firman-Nya
Manusia selalu berdalih dengan sepotong firman
Demi legalisasi atas kecintaannya pada dunia
Memang dunia ini membuat manusia terlena
Dan membuat manusia terlempar kedalam jurang kenistaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar