Sabtu, 18 Februari 2012


Paragraf Terakhir
(Tentang Cinta)

Saat hati tersadar mungkin ketika senja itu tiba
Dimana saat itu kita memahami makna cinta sesungguhnya
Cinta bukan hanya tentang berdua saja
Tapi cinta sesungguhnya adalah…
Ketika kita memahami tentang kenisbian hidup
Dimana tidak ada sedikitpun dunia mempengaruhi jiwa
Seperti halnya Tuhan menerima pengabdiaan hambanya
Yaitu ketulusan sebagai dasarnya…
Dunia adalah pelengkap karena dunia ini fana
Maka dari itu betapa Tuhan tidak melihat hambanya dari segi dunia
Yang dilihat adalah ketulusan dalam mengabdi
Yaitu Taqwa

Apakah orang memberi seribu lebih banyak dibanding seratus?
Di mata Tuhan bukan Jumlah akan tetapi Tulus
Manusia kadang terjebak di rimba sesat manisnya surga dunia
Sehingga mengabaikan makna ketulusan hati
Melupakan makna pengabdian…
Manusia menjadi serakah dan sombong karena dunia
Manusia menjadi lupa akan kodrat makhluk yang fana
Manusia tidak sadar dunia ini milik Tuhan
Kapanpun bias binasa atas perintah-Nya

Manusia kadang salah dalam memahami firman-Nya
Manusia selalu berdalih dengan sepotong firman
Demi legalisasi atas kecintaannya pada dunia
Memang dunia ini membuat manusia terlena
Dan membuat manusia terlempar kedalam jurang kenistaan

Senin, 06 Februari 2012

Syair metafisik
(Merambah kegaiban dunia lain)

Alam ini seolah tidak nyata
Seakan-akan dunia bayangan
Tetapi dunia ini punya dimensi
Dimensi lain yang imateri
Hanya rasa iman yang bisa menggapainya
Entahlah, memang alam ini serba aneh
Pengamanannya sungguh ekslusive
Penjagaan yang ekstra ketat
Dengan benteng yang begitu kokoh
Seakan beruratkan besi bertulangkan baja
Begitu susah menembus dunia ini
Hanya dengan akses yang tepat
Dan prasarat pasport yang lengkap
Barulah bisa memasukinya dengan aman
Ketika ada yang mencoba memaksa
Hanya mengakibatkan luka-luka
Seandainya memang bisa
Hanya mengakibatkan sengsara
Merantau di dunia metafisik
Tanpa arah dan tujuan yang pasti
Kehancuran buat si pemaksa
Siksa menjelma menggerogoti hidupnya
Hanya Tuhan-lah yang dapat menyembuhkannya
Andai kesabaran menghinggapi kehidupannya
Wanita

Wanita punya hak juga memiliki kewajiban
Tetapi selalu disalahtafsirkan
Hingga kadang menyalahi aturan
Emansipasi diputarbalikkan
Sebagai dalih atau alasan

Hanya untuk mencari kepuasan
Kau korbankan kasih sayang
Anak-anak kau terlantarkan
Dan masih banyak yang dicampakkan

Lalu bagaimana akan nasib bangsamu
Saat keluarga tak kau hiraukan
Sungguh, slogan indah jadi kenagan
Wanita tiang negara
Kini menjadi puntung yang berserakkan
Perjalanan

Wanita malam jadi kenangan
Dalam suatu perjalanan
Bola matanya indah menggoda
Memberi rayuan tentang kemesraan

Sungguh murah kau tawarkan
Ternyata cukup uang recehan
Cuma sekedar untuk membeli jajanan

Pernah sesekali aku tanyakan
Mengapa tak kau tinggalkan hal demikian
Sebab itu kesia-siaan

Tak salah memang kau katakan
Kalau itu saling menguntungkan
Tetapi ada pihak yang dirugikan
Ibumu yang melahirkan
Malang

Saat sosok itu terlentang
Terkulai di kamar yang remang
Tanpa busana
Tak kenal budaya
Aku hanya mendengar
Gertakan kuat
‘ingat aku adalah uang’
Berbagi Kasih

Kulihat daun meliuk
Disaat kejora mulai menghilang
Pagi datang begitu cepat
Sayang sungguh sayang memang !!
Juita malam menjadi penantian

Indahnya pagi di pantai pengharapan
Merupakan suatu makna keceriaan
Saat ombak menuju ke tengah
Pasti ia akan kembali lagi
Membawa buih putih arti kehidupan
Meratakan hamparan pasir yang berserakan

Di tengah laut dari kejauhan
Perahu kecil terihat menepi
Membawa seribu ikan hasil tangkapan
Dengan senyum kebahgiaan nelayan

Ketika terkatung di tengah samudra
Tidaklah sempat berfikir tentang cinta
Semuanya seakan sirna
Kini saatnya berbagi kasih
Dengan permata hati
Yang slalu menanti
Keagungan Tuhan

Merah merona bola api di atas cakrawala
Tanda terbitnya sang surya di ufuk pagi
Suara burung bernyanyi riang bergerak kian kemari
Menggugurkan sejuta embun dari kerindangan daun
Semua itu bukti Agungnya ciptaan Tuhan

Sebagai manusia hendaklah bersyukur
Ketemu lagi akan hari
Setelah sesaat mengunci rasa
Melupakan semua problema
Kini ditantang perjalanan hidup
Membuktikankan semua impian dan harapan
Kalau kita sadar, nyata ataupun tidak
Itulah garis takdir Tuhan
Semuanya ini perjalanan waktu
Manusia hanya bercita
Namun begitu, yakinkan diri ini
Hidup ini jangan disia-siakan